<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dianvanpersie....</title>
	<atom:link href="http://dianvanpersie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dianvanpersie.wordpress.com</link>
	<description>co gito ergo sume</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Oct 2008 19:09:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dianvanpersie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dianvanpersie....</title>
		<link>http://dianvanpersie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dianvanpersie.wordpress.com/osd.xml" title="Dianvanpersie...." />
	<atom:link rel='hub' href='http://dianvanpersie.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>kisah kasih sayang</title>
		<link>http://dianvanpersie.wordpress.com/2008/10/12/kisah-kasih-sayang/</link>
		<comments>http://dianvanpersie.wordpress.com/2008/10/12/kisah-kasih-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 19:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianvanpersie</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianvanpersie.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana . Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup. Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianvanpersie.wordpress.com&amp;blog=4075493&amp;post=9&amp;subd=dianvanpersie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman,<br />
atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana . Demikian<br />
layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.</p>
<p>Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah<br />
saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen<br />
sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang<br />
memilikinya.</p>
<p>Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama &#8220;Smiling.&#8221;<br />
Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada<br />
tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka.<br />
Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya<br />
adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada<br />
setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.</p>
<p>Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak<br />
bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran<br />
McDonald&#8217;s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin<br />
dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan<br />
meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk<br />
yang masih kosong.</p>
<p>Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap<br />
orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula<br />
antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.</p>
<p>Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat<br />
mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui<br />
suatu &#8220;bau badan kotor&#8221; yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang<br />
saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan<br />
tidak mampu bergerak sama sekali.</p>
<p>Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih<br />
pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang &#8220;tersenyum&#8221;<br />
kearah saya.<br />
Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih<br />
sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima<br />
&#8216;kehadirannya&#8217; ditempat itu.</p>
<p>Ia menyapa &#8220;Good day!&#8221; sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung<br />
beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.<br />
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya<br />
&#8216;tugas&#8217; yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan<br />
tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera<br />
menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki<br />
dengan mata biru itu adalah &#8220;penolong&#8221;nya. Saya merasa sangat prihatin<br />
setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya<br />
bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.</p>
<p>Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya<br />
pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki<br />
bermata biru segera memesan &#8220;Kopi saja, satu cangkir Nona.&#8221; Ternyata dari<br />
koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah<br />
menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan<br />
menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua<br />
orang ini hanya ingin menghangatkan badan.</p>
<p>Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku<br />
beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat<br />
duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang<br />
mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat<br />
itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti<br />
juga melihat semua &#8216;tindakan&#8217; saya.</p>
<p>Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga<br />
kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta<br />
diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.</p>
<p>Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di<br />
counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk<br />
suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan<br />
melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk<br />
beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan<br />
meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata<br />
biru itu, sambil saya berucap &#8220;makanan ini telah saya pesan untuk kalian<br />
berdua.&#8221;</p>
<p>Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah<br />
ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata &#8220;Terima kasih banyak, nyonya.&#8221;<br />
Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata<br />
&#8220;Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada<br />
di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk<br />
menyampaikan makanan ini kepada kalian.&#8221;</p>
<p>Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk<br />
lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua<br />
lelaki itu.</p>
<p>Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan<br />
mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat<br />
duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya<br />
sambil tersenyum dan berkata &#8220;Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan<br />
dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan &#8216;keteduhan&#8217; bagi diriku<br />
dan anak-2ku! &#8221; Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu<br />
kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena &#8216;bisikanNYA&#8217; lah kami<br />
telah mampu memanfaatkan &#8216;kesempatan&#8217; untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang<br />
lain yang sedang sangat membutuhkan.</p>
<p>Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan<br />
meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu<br />
persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin &#8216;berjabat tangan&#8217; dengan<br />
kami.</p>
<p>Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap<br />
&#8220;Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang<br />
berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan<br />
lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.&#8221;</p>
<p>Saya hanya bisa berucap &#8220;terimakasih&#8221; sambil tersenyum. Sebelum beranjak<br />
meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu,<br />
dan seolah ada &#8216;magnit&#8217; yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung<br />
menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah<br />
kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya<br />
lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 &#8216;tindakan&#8217; yang<br />
tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya<br />
betapa &#8216;kasih sayang&#8217; Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!</p>
<p>Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan &#8216;cerita&#8217; ini<br />
ditangan saya. Saya menyerahkan &#8216;paper&#8217; saya kepada dosen saya. Dan keesokan<br />
harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas,<br />
ia melihat kepada saya dan berkata, &#8220;Bolehkah saya membagikan ceritamu ini<br />
kepada yang lain?&#8221; dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai<br />
kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia<br />
mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen,<br />
dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang<br />
dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang<br />
kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu<br />
berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya<br />
diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.</p>
<p>Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya<br />
dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya .</p>
<p>&#8220;Tersenyumlah dengan &#8216;HATImu&#8217;, dan kau akan mengetahui betapa &#8216;dahsyat&#8217;<br />
dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.&#8221;</p>
<p>Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah &#8216;menggunakan&#8217; diri saya untuk menyentuh<br />
orang-orang yang ada di McDonald&#8217;s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap<br />
siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya<br />
lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku<br />
kuliah manapun, yaitu: &#8220;PENERIMAAN TANPA SYARAT.&#8221;</p>
<p>Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh<br />
para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai<br />
cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI<br />
SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan<br />
bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN<br />
SESAMA!</p>
<p>Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan<br />
cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada &#8216;malaikat&#8217; yang akan<br />
menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak<br />
hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang<br />
membutuhkan uluran tangannya!</p>
<p>Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari<br />
kehidupanmu, tetapi hanya &#8216;sahabat yang bijak&#8217; yang akan meninggalkan JEJAK<br />
di dalam hatimu.<br />
Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk<br />
berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang,<br />
akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih<br />
banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya!<br />
Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka,<br />
tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu<br />
tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.</p>
<p>Orang-orang muda yang &#8216;cantik&#8217; adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang<br />
tua yang &#8216;cantik&#8217; adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN<br />
MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan<br />
semua itu dari pengalaman dirimu sendiri</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianvanpersie.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianvanpersie.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianvanpersie.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianvanpersie.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianvanpersie.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianvanpersie.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianvanpersie.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianvanpersie.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianvanpersie.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianvanpersie.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianvanpersie.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianvanpersie.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianvanpersie.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianvanpersie.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianvanpersie.wordpress.com&amp;blog=4075493&amp;post=9&amp;subd=dianvanpersie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianvanpersie.wordpress.com/2008/10/12/kisah-kasih-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cff515767ccb98434ece8f9ebc6505e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dianvanpersie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>my beloved teater</title>
		<link>http://dianvanpersie.wordpress.com/2008/07/02/my-beloved-teater/</link>
		<comments>http://dianvanpersie.wordpress.com/2008/07/02/my-beloved-teater/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 05:47:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dianvanpersie</dc:creator>
				<category><![CDATA[drama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianvanpersie.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Keabadian Cinta Seorang gadis yang bernama Nicole yang tinggal dikota Vollendam sedang menantikan hari yang sangat bahagia bersama sang kekasihnya yang bernama Van riko, mereka akan menikah untuk beberapa minggu lagi, oleh karena itu segala sesuatunya sudah dia persiapkan dengan baik. Tiba-tiba Nicole menemukan sesuatu diatas mejanya….   Nicole : “Apa ini?” (melihatnya dengan bingung, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianvanpersie.wordpress.com&amp;blog=4075493&amp;post=5&amp;subd=dianvanpersie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:20pt;line-height:150%;">Keabadian Cinta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Seorang gadis yang bernama Nicole yang tinggal dikota Vollendam sedang menantikan hari yang sangat bahagia bersama sang kekasihnya yang bernama Van riko, mereka akan menikah untuk beberapa minggu lagi, oleh karena itu segala sesuatunya sudah dia persiapkan dengan baik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Tiba-tiba Nicole menemukan sesuatu diatas mejanya….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Apa ini?” (melihatnya dengan bingung, kemudian membukanya)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">(setelah membuanya terkejut karena ternyata adalah undangan perkawinannya)<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">“van riko” (tiba-tiba telepon berdering)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : (mengambil telepon) “halo”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Van riko : “Halo sayang, bagaimana menurutmu undangan pernikahan kita?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “aku sangat menyukainya sayang, terima kasih”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Van riko : “aku sangat senang mendengarnya sayang, oh ya bagaimana kalau hari minggu aku ajak kamu makan di restoran?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “boleh! Tapi dimana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Van Riko : “nanti aku akan menjemputmu sayang!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Baiklah sayang….”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Van riko : “Ya sudah sayang sepertinya sudah larut malam, lebih baik kamu tidur dulu, selamat malam!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole<span> </span>: “malam sayang!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Besoknya…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Aku tidak sabar menunggu hari besok , Jelena”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Jelena : “Semua wanita pasti akan berdebar hatinya menunggu saat yang membahagiakan ini nona Nicole”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Oh ya, aku lupa, hari ini kalau tidak salah Van Riko akan kemari kan!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Jelena : “Benar sekali nona, dia kesini akan mengantarkan cincin pertunangan nona Nicole dan Van Riko”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Kenapa dia lama sekali ya, apa sebaiknya aku telepon dia…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Jelena : “Ide yang bagus nona…” (berjalan menuju meja hias, dan mengambil telepon selular Nicole)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “terima kasih Jelena” (memencet nomor telepon Van Riko). “Halo sayang, kenapa kamu lama sekali?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Van Riko : “Maaf sayangku, jalan utama kota sedang macet… menunggu sebentar tidak apa-apa kan!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Begitu ya, kalau bisa agak cepat ya. Aku ingin mengajakmu makan siang di Restoran <em>Der Panzer</em> yang terkenal itu”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Van Riko : “Pasti, aku akan secepatnya kesana!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Ya sudah, hati-hati dijalan ya, I love you!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Van Riko : “I love you too”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : (memberikan telepon tadi kepada Jelena) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Jelena : “Bagaimana Nona Nicole?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Dia akan datang namun agak terlambat, soalnya jalan utama hari ini agak macet, kau tahu kan Jelena, hari ini ada parade bunga di pusat Vollendam”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">2 jam kemudian Van riko belum datang-datang juga, Nicole sudah sangat bosan menunggunya didalam kamar kemudian dia menghidupkan MP3 kesayangannya Van Riko.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Marisol : “Nona Nicole ini makan siang anda!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Terima kasih Marisol, aku sedang tidak lapar…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Marisol : “Maaf nona Nicole, lebih baik makan dulu, nanti anda sakit dan tidak bisa mengikuti acara pernikahan itu”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Kau benar juga, tapi tadi ada telepon dari Van riko tidak?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Marisol : “Maaf nona tapi dari tadi tidak ada telepon yang masuk dari tuan Van Riko”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Ya sudah, kau boleh keluar!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Besoknya paginya, Nicole sudah bersiap-siap berdandan dikamarnya yang dibantu oleh Jelena dan Marisol, saat itu mereka masih saja tertawa dan bercanda saling melempar cerita cerita lucu dan tebakan-tebakan lucu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Jelena : “Oh ya saya sudah punya cerita culu nona Nicole, kali ini pasti lucu!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Ah… lucu dari mana, perasaan dari dulu kamu kalau menceritakan cerita lucu biasa saja”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Marisol<span> </span>: “Tidak Lucu!” (mengagetkan Jelena)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Jelena : “Tidak lucu, tidak lucu, eh… tidak lucu” (sambil latah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole dan Marisol : “Hahahahaha….”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Sudah-sudah ayo lanjutkan kembali, bagaimana Jelena apakah aku cantik?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Jelena<span> </span>: “Anda cantik sekali nona Nicole!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Terima kasih Jelena, hari ini aku sangat bahagia sekali!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Marisol : “Bagaimana dengan Orang tua anda nona Nicole?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Mereka hanya mengirim pamanku, Klass Jan Huntelar, kalian tahu sendiri,<span> </span>orang tuaku adalah seorang Diploma, jadi setiap saat mereka pindah sana-sini. Oleh karena itu mereka mengirim pamanku Huntelar, apa dia sudah datang Marisol?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Marisol : “Belum nona, mungkin sebentar lagi…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Tiba-tiba Bern Schüster datang sambil membawa sebuah kotak cantik berwarna putih, anehnya kotak itu ada bercak merahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Bern</span><span style="color:#000000;"> Schüster : “Nona Nicole, Nona Nicole…” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole<span> </span>: “Ada apa Schüster? Kenapa kau tiba-tiba masuk dan mengaggetkan kami semua?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Bern</span><span style="color:#000000;"> Schüster : “Maaf nona tapi…tapi…” (berkata sambil nafasnya yang tersengal-sengal)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Jelena : “Bicara yang jelas Bern!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Bern</span><span style="color:#000000;"> Schüster : (Menarik nafasnya) “Maafkan saya nona Nicole, ada berita yang tidak bagus… Pengantin Prianya… tidak akan datang”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Kenapa tidak datang? Apa dia ada halangan sehingga tidak datang”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Bern</span><span style="color:#000000;"> Schüster : “Bukan nona, tapi… kemarin tuan Van Riko kecelakaan, kemuadian dibawa kerumah sakit, tetapi dalam perjalanan ke rumah sakit… nyawanya sudah tidak tertolong lagi”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : “Kau jangan bercanda Bern!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Bern</span><span style="color:#000000;"> Schüster : “Saya tidak bercanda nona Nicole, ini buktinya” (memberikan kotak yang berbecak merah itu pada Nicole)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Nicole : (Mengambil kotak itu, dan kemudian pingsan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Besoknya<span> </span>Tingkah Nicole jadi agak aneh, dia jadi suka berkaca didepan kaca sambil berharap Van Riko akan membawanya makan siang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Berharap akan menikah dengan van riko, dia mencoba gaun pernikahan yang tidak akan pernah dia pakai pada hari pernikahannya dengan van riko, kekasih yang telah meninggalkannya untuk selamanya…</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;">Nicole : “wah baju ini sangat<span> </span>bagus sekali, lihat aku sangat cantik<span> </span>memakainya, van riko pasti kaget melihatku memakai gaun ini…”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:center;text-indent:-135pt;line-height:150%;" align="center">(Paman masuk ke kamar Nicole)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;">Nicole : “Paman, bagaimana? Apakah aku cantik memakai baju ini?”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;">Huntelar : “Tentu saja anakku, Nicole kamu belum makan siang, ayo ikut paman makan siang bersama”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;">Nicole : “Maafkan aku paman, hari ini aku ada janji dengan Van Riko ke Restoran <em>Der Panzer</em>”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Huntelar : “Apa kamu tidak tahu Nicole, Van Riko-mu itu sudah meninggal…”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Nicole : “Paman… Van Riko itu sedang sibuk jadi dia agak terlambat menjemputku, paman tenang saja dia pasti datang!”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Huntelar : “Sampai kapan kamu akan begini Nicole, sadarlah Van Riko yang kau tunggu itu tidak akan datang!”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Nicole : “Paman, sudahlah nanti kalau dia memang tidak datang pasti dia akan menelponku paman…”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Huntelar : “Sudahlah Nicole, paman sudah muak dengan semua ini!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Karena bingung menghadapi Nicole yang sudah mulai stress Huntelar akhirnya pergi. Kemudian dia menyuruh Marisol untuk mengantarkan makanan kepada Nicole.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Marisol : “Nona ini makan siang anda”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;">Nicole : “Aku tidak pesan! Apa kalian yang ada dirumah ini sudah tuli, hari ini Van Riko akan mengajakku ke Restoran <em>Der Panzer</em>” (Nada bicaranya mulai agak meninggi)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Marisol : “Tapi Van Riko tidak akan datang nona Nicole…”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Nicole<span> </span>: “Diam kau… keluar dari kamarku sekarang juga!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Marisol : “Anda harus sadar nona, tuan Van Riko sudah pergi jauh…”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Nicole : “Keluar!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Besoknya…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Bern Schüster : “Nona Nicole, lihat apa yang saya bawa untuk anda!”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Nicole : “Aku tidak butuh apa yang kau bawa untukku, aku mau Van Riko datang sekarang juga”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Bern Schüster<span> </span>: “Nona Nicole apa anda belum sadar juga, dia…”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Nicole : “ Kau mau katakan kalau dia sudah meninggal juga, kalau itu yang hendak kau katakan Bern, lebih baik pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi!”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Setelah Bern Schüster Pergi kemudian Jelena dtang sambil membawakanbuku bacaan, cemilan dan segelas susu untuk nona Nicole.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Jelena : “Nona ini…”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Nicole : “Kenapa semua orang mengatakan kalau Van Riko sudah meninggal… Jelena”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;text-indent:-135pt;line-height:150%;">Jelena : “Tapi… bukankah tuan van Riko sudah meninggal nona Nicole!”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Nicole : “Kau tidak tahu Jelena (sambil memukul meja riasnya)<span> </span>Kemarin dia baru saja menelponku dan mengajak makan siang”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Jelena : “Nona Nicole, saya tahu perasaan anda, saya tahu bagaimana rasanya ditinggal kekasih, tapi nona Nicole anda tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan… hidup anda masih panjang nona Nicole”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Nicole : “Apa yang harus kulakukan Jelena, tidak ada arti lagi hidupku ini tanpa seorang kekasih disampingku…” (menangis)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Jelena : (mendekati Nicole dan mengelus kepalanya)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;">“Anda tahu nona, kami semua disini menyayangi anda, Marisol, Jelena, paman Anda, dan saya sendiri masih disini menemani anda”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Setelah Jelena pergi, kemudian Nicole mengambil sehelai kertas dan mulai menulis semua isi hatinya ke dalam puisi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Kau yang tak pernah mati</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Kau masih disini diantara relung hati dan mimpiku</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Masih bias kulihat engkau tersenyum</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Masih kusaksikan engkau tertawa</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Dan masih kurasakan kehadiranmu disini…</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Menemaniku, disetiap langkah hidupku</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Kau hanya pergi sesaat</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Dan kita pasti akan bertemu kembali</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Jika alam itu benar-benar ada</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Jika kematian hanya sebatas jembatan</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Kita akan bertemu kembali</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Karena itu…</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Tidak akan kuucapkan selamat tinggal </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>Kekasihku…</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Nicole : “Van Riko kapan kita bertemu lagi, aku sangat merindukanmu, aku tidak tahu sudah berapa ribu rasa rinduku ini padamu. Aku tidak tahu dengan apa harus aku obati” (menangis)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Tanpa sepengetahuan Nicole kekasihnya Van Riko membelainya dari belakang dan berkata</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;text-align:justify;text-indent:-144pt;line-height:150%;">Van Riko : “Nicole… walau kita dialam yang berbeda, walau kita tak bisa lagi bertatap muka, tapi cinta selalu ada diantara kita dan tetap selalu ada walaupun tanah dan laut sudah tiada”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;">Nicole : (menagis) kemudian mencari sesuatu didalam meja</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:135pt;text-align:justify;line-height:150%;">“Van riko, aku sangat mencintaimu… aku tidak bisa hidup tanpamu, kemanapun engkau pergi aku akan mengikutimu… kekasihku!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">(menembak kepalanya dengan pistol)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Mendengar suara tembakan yang datang dari kamar Nicole kemudian, dua orang pembantunya segera memasuki kamarnya Nicole…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Nicole dan Jelena : “Nona Nicole!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Kemudian dari arah yang berlawanan van riko dan Nicole bertemu kembali… setelah menderita kehilangan cinta sejatinya, kini Nicole bisa kembali bertemu dengan kekasihnya van riko di keabadian, keabadian cinta…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:26pt;">KEABADIAN CINTA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;">Karya : Dian Sari Eka Pratiwi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;">Kelas : XI IPA 1</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:18pt;">Produksi SMA 1 BATUSANGKAR</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:18pt;">TP : 2007 / 2008</span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;">KEABADIAN CINTA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Ide Cerita : Ayu Rahma Putri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Penulis Naskah : Dian Sari Eka Pratiwi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Sutradara : Dian Sari Eka Pratiwi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Aktor &amp; Aktris</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"><span>Arisco Oktaveni sebagai Van Riko</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"><span>Citra Mega Yovina sebagai Nicole</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"><span>Hidhayatul Kamil sebagai Klaas Jan Huntelar</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"><span>Fauzi Hafis sebagai Bern Schüster</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"><span>Elsa Putri Yanti sebagai Marisol</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"><span>Deri afriliana N sebagai Jelena</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Penata-penata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"><span>Penata Setting : Haris Widodo</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"><span>Penata Kostum : Mairanti Prastika Putri &amp; Erfadila Pranata Damanik</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"><span>Penata Musik : Bagus Dermawan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"><span>Seksi dokumentasi &amp; Publikasi : Febria kemala Sari &amp; Iga setia Utami</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"><span>Penata Make Up : Ayu Rahma Putri</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:18pt;">Sinopsis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Sepasang kekasih yang bernama Nicole dan Van Rico yang akan melakukan Pernikahan besok harinya. Nicole dan keluarganya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk pesta pernikahan sepasang kekasih tersebut. Sehari sebelum pernikahan mereka van Riko mengajak Nicole untuk makan siang di restoran terkenal dikota Vollendam yaitu DER PANZER, namun setelah ditunggu-tunggu beberapa jam Van Riko tidak kunjung datang. Nicole mengira Van Riko terjebak macet dijalan karena Di pusat kota Vollendam sedang diadakan parade bunga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Keesokan harinya supir kepercayaan Nicole yaitu Bern Schüster, pergi menjemput keluarga van riko, Nicole sangat berdebar sekali menunggu calon suaminya yang sangat dia cintai itu. Tiba-tiba saja Bern Schüster masuk tanpa permisi kekamarnya Nicole sambil membawa Kotak putih yang bernoda merah. Nicole sangat terkejut akan kedatangan supirnya itu yang secara tiba-tiba. Kemudian Nicole bertanya kepada Ben Schüster, kenapa dia pulang tidak membawa Keluarga van riko. Ben Schüster akhirnya menceritakan peristiwa yang terjadi pada Van Riko kemarin. Nicole tidak percaya, Ben Schüster kemudian memberikan kotak putih itu pada Nicole yang isinya adalah cincin perkawinan mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Setelah mendengar cerita tersebut bahwa Van Riko sudah meninggal, Nicole malah tidak percaya, dia masih mengira bahwa calon suaminya itu masih hidup dan akan mengajaknya makan siang sebelum pesta perkawinannya. Sudah banyak usaha yang dilakukan para penghuni dirumah itu namun tidak juga bias mengembalikan Nicole pada keadaannya yang seperti semula. Sampai akhirnya datang Jelena, dan perlahan membuat Nicole sadar bahwa sang kekasihnya itu telah pergi untuk selama-lamanya. Tidak kuat menangguang perasaan yang begitu sakit ditinggal kekasih akhirnya Nicole bunuh diri. Tapi disisi lain Nicole dan van Riko yang sempat berpisah untuk sementara, akhirnya dapat lagi bertemu dalam kehidupan mereka yang abadi, dalam keabadian cinta.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:22pt;font-family:Arial;">ANGGOTA KELOMPOK I</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>1.</span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span> </span>Arisco Oktaveni</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>2.<span> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span> </span><span style="color:#ff0000;">Ayu Rahma Putri</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>3.</span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span> </span>Bagus Dermawan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>4.<span> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span> </span>Citra Mega Yovina</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>5.<span> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span> </span>Deri Afriliana N</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>6.</span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span> </span>Dian Sari Eka Pratiwi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>7.</span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span> </span><span style="color:#ff0000;">Elsa Putri Yanti</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>8.<span> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span> </span>Erfadila Pranata Damanik</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>9.</span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span> </span>Fauzi Hafiz</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>10.<span> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;">Febria Kemala Sari</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>11.</span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;">Haris Widodo</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>12.<span> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;">Hidhayatul Kamil</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>13.<span> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;">Iga Setia Utami</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"><span>14.<span> </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:26pt;line-height:150%;">Mairanti Prastika Putri</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dianvanpersie.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dianvanpersie.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dianvanpersie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dianvanpersie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dianvanpersie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dianvanpersie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dianvanpersie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dianvanpersie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dianvanpersie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dianvanpersie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dianvanpersie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dianvanpersie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dianvanpersie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dianvanpersie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dianvanpersie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dianvanpersie.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dianvanpersie.wordpress.com&amp;blog=4075493&amp;post=5&amp;subd=dianvanpersie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianvanpersie.wordpress.com/2008/07/02/my-beloved-teater/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cff515767ccb98434ece8f9ebc6505e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dianvanpersie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
